Ikhlas/الإخلاص
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah saudara sekalian masih diberikan ketetapan hati untuk
terus konsisten di jalan Iman dan Ikhlas melalui tuntnan Dustuur Ilaahi dan
Sunnah Rasul-Nya.
Ada satu istilah dalam ajaran Islam yang juga merupakan salah satu
dari Arkaanul Bai’ah (أركان البيعة)
yaitu “Ikhlas/الإخلاص”.
Ikhlas artinya memurnikan tujuan
dalam semua tingkah laku kita hanya untuk dan karena Allah. Dalam arti lain,
ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk
ketaatan.
Pengertian Ikhlas
Secara bahasa ikhlas berarti bersih hati atau tulus hati (KBBI
Offline). Maka orang Ikhlas itu adalah yang menjadikan agamanya bersih dan
murni hanya untuk Allah saja, Menyembah Allah saja, serta beribadah hanya dan karena
Allah saja tanpa riya di dalamnya.
Secara istilah ikhlas adalah keadaan hati yang selalu condong
terhadap Allah Swt, taat terhadap Allah Swt, memurnikan segala bentuk aktivitas
ibadah, dan memurnikan tauhid terhadap-Nya tanpa menyekutukan-Nya (Ibnu
Qayyim).
Ikhlas adalah buah dan intisari dari
iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas, karena
kita sendiri yang sudah berikrar hati untuk terus ikhlas kapanpun, dimanapun,
dan bagaimanapun keadaan kita.
قل
إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول
المسلمين
Ikhlas itu perbuatan hati dan niat yang murni. Namun gelagat orang Mukhlis
itu bisa tercermin dalam segala bentuk aktivitas ubudiyahnya maupun
aktivitas sosial duniawi.
Ada satu kisah:
Seorang Arab Badui, tidak disebut namanya, datang kepada Rasulullah
kemudian beriman mengikuti Rasul dan meminta untuk ikut hijrah sampai akhirnya
ikut Perang Khaibar. Pada saat pembagian ghanimah dia berkomentar “apa ini”?
sahabat menjawab “jatah kamu yang telah disiapkan Rasulullah”, “aku ikut kamu
ya Rasul bukan karena ini, tapi aku ingin leherku tertusuk anak panah, aku mati
dan aku masuk surga”. Kemudian terjadi perang lagi dan sahabat Arab Badui ini
ikut berperang dan terbunuh, lehernya terkena anak panah. Pada saat itu
jasadnya dibawa kepada Rasulullah.
Rasul menyolatkannya dan berdoa “ya Allah ini seorang hambamu
keluar berhijrah di jalanmu kemudian terbunuh mati syahid dan aku menjadi saksi
baginya.
Berikut testimoni para ulama terkait ikhlas.
Al-Fudhail berkata, “Meninggalkan
amal karena manusia adalah riya’, Mengerjakan amal karena manusia adalah
syirik. Sedangkan ikhlas ialah jika Allah memberikan anugerah kepadamu untuk
meninggalkan keduanya.”
Al-Junaid berkata, “Ikhlas merupakan
rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat
sehingga dia menulis-nya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya dan
tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya.”
Yusuf bin Al-Husain berkata.
“Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas. Berapa banyak aku
mengenyahkan riya’ dari hatiku, tapi seakan-akan ia tumbuh dalam rupa yang
lain.”
Sekian tulisan
ini, dan kita akhiri dengan sebuah hadis:
إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرإ ما نوى.....
Wallahu
a’lam bisshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar