Jumat, 07 Februari 2014

Pengertian, kisah, dan testimoni tentang Ikhlas/ الإخلاص


Ikhlas/الإخلاص
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah saudara sekalian masih diberikan ketetapan hati untuk terus konsisten di jalan Iman dan Ikhlas melalui tuntnan Dustuur Ilaahi dan Sunnah Rasul-Nya.
Ada satu istilah dalam ajaran Islam yang juga merupakan salah satu dari Arkaanul Bai’ah (أركان البيعة) yaitu Ikhlas/الإخلاص

Ikhlas artinya memurnikan tujuan dalam semua tingkah laku kita hanya untuk dan karena Allah. Dalam arti lain, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan.

Pengertian Ikhlas
Secara bahasa ikhlas berarti bersih hati atau tulus hati (KBBI Offline). Maka orang Ikhlas itu adalah yang menjadikan agamanya bersih dan murni hanya untuk Allah saja, Menyembah Allah saja, serta beribadah hanya dan karena Allah saja tanpa riya di dalamnya.

Secara istilah ikhlas adalah keadaan hati yang selalu condong terhadap Allah Swt, taat terhadap Allah Swt, memurnikan segala bentuk aktivitas ibadah, dan memurnikan tauhid terhadap-Nya tanpa menyekutukan-Nya (Ibnu Qayyim).

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas, karena kita sendiri yang sudah berikrar hati untuk terus ikhlas kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaan kita.
قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين
Ikhlas itu perbuatan hati dan niat yang murni. Namun gelagat orang Mukhlis itu bisa tercermin dalam segala bentuk aktivitas ubudiyahnya maupun aktivitas sosial duniawi. 

Ada satu kisah:
Seorang Arab Badui, tidak disebut namanya, datang kepada Rasulullah kemudian beriman mengikuti Rasul dan meminta untuk ikut hijrah sampai akhirnya ikut Perang Khaibar. Pada saat pembagian ghanimah dia berkomentar “apa ini”? sahabat menjawab “jatah kamu yang telah disiapkan Rasulullah”, “aku ikut kamu ya Rasul bukan karena ini, tapi aku ingin leherku tertusuk anak panah, aku mati dan aku masuk surga”. Kemudian terjadi perang lagi dan sahabat Arab Badui ini ikut berperang dan terbunuh, lehernya terkena anak panah. Pada saat itu jasadnya dibawa kepada Rasulullah.

Rasul menyolatkannya dan berdoa “ya Allah ini seorang hambamu keluar berhijrah di jalanmu kemudian terbunuh mati syahid dan aku menjadi saksi baginya.

Berikut testimoni para ulama terkait ikhlas.
Al-Fudhail berkata, “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’, Mengerjakan amal karena manusia adalah syirik. Sedangkan ikhlas ialah jika Allah memberikan anugerah kepadamu untuk meninggalkan keduanya.”

Al-Junaid berkata, “Ikhlas merupakan rahasia antara Allah dan hamba, yang tidak diketahui kecuali oleh malaikat sehingga dia menulis-nya, tidak diketahui syetan sehingga dia merusaknya dan tidak pula diketahui hawa nafsu sehingga dia mencondongkannya.”

Yusuf bin Al-Husain berkata. “Sesuatu yang paling mulia di dunia adalah ikhlas. Berapa banyak aku mengenyahkan riya’ dari hatiku, tapi seakan-akan ia tumbuh dalam rupa yang lain.”

Sekian tulisan ini, dan kita akhiri dengan sebuah hadis:
إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرإ ما نوى.....
Wallahu a’lam bisshawab